Ngoding bareng AI, hasilnya siap production.
Belajar bangun aplikasi production bareng AI coding agent, dari PRD dan arsitektur sampai deploy. Sekali beli, akses selamanya.
Cepat jadi, tapi belum siap production
AI coding agent bikin fitur jadi dalam hitungan menit. Masalahnya baru kelihatan waktu aplikasinya dipakai user beneran.
Kodenya jalan, tapi nggak kamu pahami
Begitu muncul bug atau edge case, bingung harus mulai dari mana.
Lambat begitu datanya banyak
Query-nya boros, nggak ada cache, dan proses berat jalan di request yang sama. Di laptop belum kerasa karena datanya masih sedikit.
Celah keamanan ikut lolos
Validasi input, hak akses, dan secret gampang terlewat kalau kode AI diterima mentah-mentah.
Lama-lama takut disentuh
Tiap prompt nambah tambalan di atas tambalan lama. Ngubah satu bagian bisa bikin bagian lain rusak.
5 tahap sebelum kode AI sampai ke user
AI coding agent dipakai di semua tahap. Tiap tahap punya pengecekan sendiri, jadi bug dan celah keamanan ketahuan sebelum rilis.
Rencanakan dulu
Tentukan apa yang dibangun dan batasannya sebelum prompting, supaya AI punya konteks yang jelas.
Rancang strukturnya
Struktur data dan arsitektur diputuskan di awal, jadi AI ngikutin rancangan yang sama dari fitur pertama.
Bangun bertahap
Kerjaan dipecah jadi potongan kecil. Satu potongan cukup dicek sekali baca, dan kalau salah tinggal di-rollback.
Review dan uji
Kode hasil AI dibaca, dites, dan dicek keamanannya sebelum di-merge.
Deploy pakai checklist
Sebelum rilis, checklist-nya dicek satu-satu, jadi deploy nggak perlu deg-degan.
Kode AI yang asal jadi vs. siap production
| Tahap | Asal jadi | Siap production |
|---|---|---|
| Kode dari AI | Langsung diterima tanpa dibaca | Dibaca dan dipahami sebelum dipakai |
| Struktur kode | Berubah tiap prompt | Konsisten dari awal |
| Bug dan keamanan | Ketahuan dari user | Dites dan di-review sebelum masuk production |
| Deploy | Jalan di laptop, tapi takut di-deploy | Dicek pakai checklist sebelum rilis |
Yang kamu dapat di tiap course
Biar setelah lesson selesai, kamu bisa lanjut ngerjain project sendiri.
Materi tertulis atau video
Bisa dibuka kapan saja dan diulang sesering yang kamu mau.
Template dan checklist
File starter dan checklist dari materi, bisa langsung kamu pakai di project sendiri.
Sesi tanya-jawab
Bawa error atau pertanyaan yang bikin kamu mentok, lalu bahas bareng mentor.
Grup komunitas
Satu grup dengan sesama pembeli. Tempat share progres atau nanya, termasuk jam dua pagi.
Sekali beli, akses selamanya. Beberapa lesson bisa dibuka gratis sebelum beli.
Coba lesson gratisPilih course sesuai level kamu
Belajar dari yang ngerjain langsung

- Sehari-hari ngoding bareng AI coding agent, jadi tahu kapan AI membantu dan kapan harus diawasi
- Materinya diambil dari aplikasi beneran, bukan aplikasi to-do list
- Fokus ke hal yang bikin aplikasi tahan dipakai user: struktur, keamanan, performa, deploy
Cocok buat siapa?
- Developer yang sudah pakai AI coding agent tapi hasilnya masih sering berantakan
- Junior sampai mid engineer yang belum pernah pegang project dari awal sampai deploy
- Developer yang baru mulai ngoding bareng AI dan pengin dari awal terbiasa review kode AI
- Freelancer yang capek bolak-balik benerin bug setelah project diserahkan ke klien
- Founder dan indie developer yang mau cepat rilis ke user beneran
Kurang cocok kalau kamu:
- Cari prompt sakti: copy-paste, lalu aplikasinya jadi sendiri
- Cuma mau nonton tanpa ikut ngoding, karena materinya dikerjain sambil bikin project
Kata yang sudah ikut course
- Rizky Ramadhan , Backend Engineer di Startup: 5 dari 5 bintang. Materi normalisasi dan Drizzle ORM-nya langsung kepake di kerjaan. Query yang tadinya berantakan sekarang jauh lebih rapi dan type-safe.
- Salsabila Anggraini , Fullstack Developer Freelance: 4 dari 5 bintang. Bagian integrasi payment gateway-nya sangat membantu, karena itu yang paling bikin bingung waktu launching produk sendiri pertama kali.
- Bagus Wicaksono , Software Engineer: 5 dari 5 bintang. Penjelasannya step-by-step dan nggak buru-buru. Cocok buat yang mau paham konsepnya, bukan cuma copy-paste kode.
- Dewi Lestari , Junior Developer: 3 dari 5 bintang. Kontennya bagus, tapi beberapa video suaranya agak kecil.
- Nadia Putri , Frontend Developer: 5 dari 5 bintang. Sebelumnya cuma bisa ngikutin tutorial tanpa paham alurnya. Setelah ambil course ini, akhirnya ngerti kenapa frontend dan backend perlu 'ngobrol', bukan cuma hafal syntax.
Yang sering ditanyakan
Pertanyaan lain? Chat admin lewat WhatsApp
Ngoding bareng AI, hasilnya siap production.
Sekali beli, akses selamanya.



